Thursday, 26 February 2015

Perbedaan XIAOMI Redmin Note 3G dan 4G

Banyak orang bertanya, entah itu di forum-forum ataupun di komentar yang membahas tentang si phablet Xiaomi redmi note ini. Apakah perbedaan 2 smrtphone ini sehingga kadang orang kecewa karena salah membeli. Dari sisi tampilan fisik memang tidak terlihat perbedaan yang mencolok antara redmi note 3G dan 4G. Namun dari segi hardware tentu saja berbeda, berikut perbedaan redmi note 3G dan 4G.



Redmi Note 3G vs. Redmi Note 4G [Specifications Comparison] -
Redmi Note 3GRedmi Note 4G
Chipset (CPU)1.7GHz Octa-core (8-core) MediaTek MT6592 CPU1.6GHz Quad-core Snapdragon400 MSM8928 CPU
OSAndroid 4.3 (Jelly Bean) optimized with MIUI 5Android 4.4 (KitKat) optimized
with MIUI 5
GPUARM Mali 450Adreno 305
Display5.5-inch HD (1280×720) IPS
display at 267ppi
5.5-inch HD (1280×720) IPS
display at 267ppi
Camera13MP rear camera with Autofocus and LED flash13MP rear camera with Autofocus and LED flash
Front Camera5MP5MP
Memory2GB2GB LPDDR3
Storage8GB Internal8GB Internal
MicroSD slotExpandable up to 32GBExpandable up to 64GB
NetworkSupports 3G(WCDMA) and 2G(GSM) networksSupports 4G (FDD-LTE & TD-LTE), 3G(WCDMA) and 2G(GSM)
ConnectivityWi-Fi 802.11b/g/nWi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, supports 2.4 GHz and 5 GHz bands
Dual-SIMYES (WCDMA + GSM)NO (Single SIM)
SIM TypeMini-SIMMini-SIM
Battery3100mAh removable battery3100mAh removable battery
Dimension154 x 78.7 x 9.45 mm154 x 78.7 x 9.45 mm
Weight199g185g








Dari segi spesifikasi jika kita lihat maka spesifikasi 3G lebih baik dibandingkan dengan 4G. Jika kita bandingkan menggunakan antutu maka tentu saja redmi Note 3G unggul jauh dibandingkan 4G


Score ANTUTU 3G


Score Antutu 4G


Manakah yang layak kita pilih, Apakah redmi note 3G ? jika kita menginginkan performance dari HP kita (suka main game misalkan) maka redmi note 3G yang layak anda beli. Namun jika anda ingin mencoba layanan 4G tentu saja redmi note 4G yang harus anda beli

Mendownload APK file dari Google Play

Jika kita pengguna android tentu saja kita kenal dengan Google Play, Ya tempat mendownload hampir semua aplikasi terkenal untuk smartphone dengan OS android. Jika kita mendownload aplikasi dari google play maka  otomatis aplikasi tersebut akan terisntal di smartphone android kita. Mungkin terbetik di hati kita, bagaimana caranya agar aplikasi dari google play bisa kita download di komputer kita ?





Nah berikut Trik agar bisa mendownload aplikasi dari google play

1. Buka website google play http://play.google.com 

2. Buka website http://apps.evozi.com/apk-downloader/

3. Klik salah satu aplikasi yang ingin di download, misalkan instagram



4. Copy URL aplikasi instagram dan paste ke website http://apps.evozi.com/apk-downloader/


5. Klik generate download link


6. Maka anda bisa mendownload langsung aplikasi dari google play

Meremove iklan pada software UTORRENT

Siapa tidak kenal dengan software utorrent, ya software yang biasanya digunakan untuk mendownload file torent ini memiliki fungsi yang sama seperti bittorrent. Jika kita menginstal utorrent versi free maka kita akan mendapatkan iklan pada software utorrent. Untuk menghilangkan iklan tersebut ikuti langkah-langkah berikut.








1. Open uTorrent, klik Options > Preferences dan pilih Advanced dari jendela Preferences window.



2. Sekarang ketike ‘offers’ di filter box, lihat  ‘offers.left_rail_offer_enabled’ dan ‘offers.sponsored_torrent_offer_enabled.’ Seting menjadi "false", kemudian klik apply dan ok. Setelah itu tutp utorren dan buka lagi




Mengeset Aplikasi Default di MIUI 6

Suatu hari penulis merasa bosan dengantampilan launcher dari MIUI dan ingin menggunakan launcher pihak lain, akhirnya penulis menemukan satu launcher yang tampilanya seperti android lolipop yang bernama L Launcher. Setelah menginstal dan menjalankan aplikasi L Launcher dan memilih tombol home ternyata launchernya kembali ke launchernya MIUI.





Setelah browsing ke mbah google akhirnya menemukan cara agar mengeset launcher ke launcher yang lain. Cara berikut ini juga dapat digunakan untuk mengeset aplikasi bawaah MIUI ke aplikasi pihak ketiga, contohnya browser, email, sms, dial. Untuk mengesetnya ikuti langkah berikut :


Klik  Settings --- Installed apps












Whatsapp Diam-diam meluncurkan fitur CALL

Setelah di ambil di beli oleh Raksasa media sosial FACEBOOK, whatsapp semakin banyak berbenah. Jika sebelumnya pihak whatsapp melengkapi dengan fitur menjalankan whatsapp dari web, maka kali ini whatsapp melengkapi fiturnya untuk layanan telepon. Jika kita lihat memang sedikit terlambat di bandingkan dengan BBM yang telah lebih dahulu melengkapi dengan fitur tersebut.




Jumat (20/2) pekan lalu sejumlah pengguna Android melaporkan jika mereka dimungkinkan mencoba fitur ini setelah “dihubungi” oleh teman di kontaknya yang telah mengaktifkan fitur tersebut. Diketahui kemudian jika voice call ini tidak bisa dinikmati oleh semua user WhatsApp dan hanya segelintir pengguna terbatas yang membutuhkan proses aktivasi.






Bagaimana cara mengaktivasi? Ini yang cukup rumit. Pengguna harus memutakhirkan aplikasi WhatsApp di versi terkini kemudian mereka harus mencari user yang telah mencoba fitur voice call tersebut. Setelah menemukan, user itu diminta untuk menghubungi via “telepon gratis” ini guna mengaktifkan fitur voice call.
Bagi mereka yang telah aktif bisa “mengundang” user lain dengan cara yang sama. Tentu saja ini tidak mudah sebab mereka yang telah menjajal voice call jumlahnya cukup terbatas dan tidak semua pengguna WhatsApp telah mencicipinya. Demikian tulis IBM Times.

Fitur tersebut sejatinya belum otomatis tersedia di whatsapp kita. Berikut langkah untuk mengaktifkanya :

1. Download Whatsapp versi 2.11.531 [download]

2. Langsung instal, anda tidak perlu menghapus aplikasi whatsapp sebelumnya

3. Selanjutnya anda perlu mendapatkan panggilan dari user yang telah diaktifkan fitur call tsb







Sumber : http://webtrickz.com/how-to-get-whatsapp-free-calling-feature-on-android-now

Mengenal Runtime di Android

Pada saat android Kitkat di rilis, pihak google mengenalkan runtime baru yang bernama ART. Jika pada android sebelumnya runtime yang dipakai adalah dalvik, maka pada android kitkat runtime ART mulai di uji coba. dan ketika ajang google I/O, Google merilis OS android versi terbaru yaitu Android 5.0 L (Lollipop). Pada versi ini android akan sepenuhnya memakai Android Runtime terbaru terbaru (ART). Lalu apa bedanya dengan runtime Dalvik yang terlebih dahulu telah populer?



Sebelumnya Dalvik menjadi runtime andalan untuk google karena simple dan tidak terlalu kompleks. Namun seiring dengan bertambahnya waktu, perkembangan hardware berkembang pesat. Jika hanya mengandalkan dalvik, maka performa OS android tidak akan bisa mengimbangi performa hardware yang semakin maju dan malah menyebabkan performa OS android tidak keluar. Nah untuk mengatasi hal ini sebenarnya google pernah menambahkan JIT-compiler di dalvik pada android versi 2.2 agar performa meningkat, namun tetap saja perkembangan hardware yang super cepat seperti cpu multicore, memori penyimpanan dan RAM yang semakin besar belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh android, maka dari itu membuat google mengembangkan Android Runtime (ART) yang medukung perkembangan hardware tersebut agar bisa memanfaatkan resource hardware secara maksimal.






Perbedaan Dalvik vs ART

Seperti yang kita ketahui aplikasi android dibuat dengan bahasa pemrograman Java (java classes) kemudian dikonversi ke DEX bytecode sesuai dengan arsitektur cpu yang digunakan. Saat kita menjalankan aplikasi android maka baris-baris kode DEX tadi akan dikonversi ke dalam bahasa mesin agar dapat dieksekusi oleh cpu Nah fungsi translasi inilah tugas dari runtime Dalvik dan ART.

Perbedaannya adalah, Dalvik menggunakan compiler Just-in-Time (JIT) untuk melakukan translasi DEX ke bahasa mesin pada saat aplikasi dijalankan/ dieksekusi. kode-kode yang sudah di translate tersebut kemudian disimpan (cached)di memory. Sementara ART menggunakan compiler Ahead-of-Time (AOT) yang melakukan translasi kode-kode DEX ke bahasa mesin pada saat melakukan instalasi aplikasi. Jadi saat kita menginstal aplikasi, maka baris-baris kode DEX akan langsung di translate ke bahasa mesin dan disimpan pada memory internal perangkat. Sehingga pada saat menjalankan aplikasi tidak perlu lagi melakukan translate kode DEX ke bahasa mesin.

Secara performa tentu ART lebih menguntungkan. Karena sudah melakukan translasi kode DEX ke bahasa mesin pada saat menginstal aplikasi. Sehingga saat menjalankan aplikasi tidak perlu melakukan translasi lagi dan mempercepat proses eksekusi.







Google juga mengklaim jika ART juga membuat irit baterai. Penjelasannya begini, jika menggunakan runtime Dalvik, pada saat membuka aplikasi maka akan melakukan translasi kode DEX ke bahasa mesin yang ternyata sangat memakan resource CPU. Hal ini tentu memakan banyak energi dari baterai. Nah, dengan ART saat membuka aplikasi tidak perlu melakukan translasi DEX ke bahasa mesin karena sudah dilakukan saat proses instalasi. Hal ini mengurangi pemakaian resource cpu yang tentu saja membuat baterai lebih irit.


Namun, dibalik kelebihan ART ternyata ada sedikit kekurangan. Yaitu proses instalasi aplikasi akan berjalan lebih lama dari perangkat yang menggunakan runtime Dalvik. Hal ini karena proses translasi DEX ke bahasa mesin yang langsung dilakukan pada saat proses install aplikasi. Selain itu perangkat dengan runtime ART juga memakai space memory lebih banyak dari perangkat yang menggunakan runtime Dalvik.

Menjajal Android Runtime (ART) di perangkat Android kitkat 4.4.x

Sebelum dijadikan sebagai runtime default untuk android 5.0. Ternyata ART sudah diuji cobakan selama dua tahun pada android kitkat. Walaupun secara default kitkat menggunakan runtime dalvik, namun kita juga bisa menggunakan ART sebagai runtime di perangkat android kitkat.

jika anda mempunyai Perangkat android yang sudah menggunakan OS android kitkat, anda bisa mencoba runtime ART ini. Pertama aktifkan dulu "developer Options", buka setting> about phone> kemudian tap 7x pada "build Number" hingga develper options terbuka. Kemudian pergi ke setting> developer options> select runtime> use dalvik. kemudian perangkat akan reboot.


Monday, 23 February 2015

Menginstal Aplikasi google (GAPPS) di ROM MIUI V6

Ada beberapa pertanyaan yang kadang muncul ketika kita selesai menginstal ROM berbasis MIUI versi china (bukan versi global) ? kemana play store nya kok ndak ada ? gimana caranya download aplikasi kalau begini. Kita tahu bahwa OS android merupakan kepemilikian dari google. Jadi umumnya aplikasi google sudah terinstal di android kita. Namun berbeda dengan MIUI yang merupakan OS android hasil operakan XIAOMI, dimana pemasangan aplikasi google melanggar kebijakan yang ada di china.



Ada beberapa cara menginstal GAPPS (google apps) di ROM MIUI, yaitu lewat flash file gapps via custome recovery (TWRP / CWM). Dan cara kedua menginstalnya lewat App store (market bawaan MIUI). Cara yang kedua dilakukan dengan cara membuka aplikasi App store dan mengetikkan aplikasi google. Namun penulis mencoba ternyata tidak menemukan aplikasi google tersebut. Setelah kami browsing dan mencari penyebabnya ternyata meletakkan aplikasi google di App Store ternyata melanggar kebijakan yang ada di china.







Akhirnya ada sebuah cara yang dapat dilakaukan untuk mengakalinya :

1. Download aplikasi disini  [download]

2. Instal aplikasi google installer


3. Setelah selesai jalankan aplikasi


4. Kemudian instal aplikasi google yang di inginkan



5. Setelah selesai restart

Apakah benar XIAOMI mencontek Apel ? Yuk lihat beberapa perbandingan berikut

Jika di Amerika dikenal sebuah perusahaan yang bernama apple, maka di china juga dikenal sang fenomenal apple from china yaitu XIAOMI. Beberapa produk yang dibuat memang sangat laku di pasaran, bahkan di indonesia sendiri produk-produknya selalu di buru oleh para pencinta gadget yang menginginkan harga yang murah dengan spesifikasi yang yahud.

Di tengah-tengah persaingan yang ketat ternyata pihak apple mengklain bahwa produk XIAOMI mencontek apple ? benarkah demikian. Mari kita lihat ulasan berikut





1. Desain

Berikut tampilan dari XIAOMI Mi 4 dan Iphone 5s



2. Presentasi produk baru

Beralih ke CEO Xiaomi Lei Jun yang kerap bergaya ala Steve Jobs. Mulai dari kaos dan celana jeans yang digunakan mirip dengan yang sering digunakan oleh mendiang legenda Apple tersebut. Tak jelas apakah hal itu disengaja atau tidak.


3. Penerapan Warna pada produk

Melihat tablet Xiaomi Mi Pad lagi-lagi mengingatkan dengan salah satu produk Apple yakni iPhone 5C. Keduanya sekilas sama persis dari desain sampai ke pilihan warnanya, perbedaan hanya terletak di bentang layar yang lebih besar karena memang sebuah tablet.



4. Produk yang lain

Selain smartphone dan tablet, Xiaomi juga punya produk router bernama Mi Router. Menariknya, bentuk router ini lagi-lagi mengingatkan pada salah satu produk Apple. Ya, produk itu adalah Apple Magic Trackpad.





5. Komponen

Sampai pemilihan komponen pun, antara Xiaomi dan Apple memiliki kesamaan. Salah satunya adalah lensa kamera bergradasi warna pada ponsel Xiaomi Mi3, mirip dengan yang ada pada iPhone.



6. Menu Seting pada MIUI 6 VS IOS

menu setting, pengguna juga bakal disuguhkan tampilan ala iOS 7.



7. Tampilan MIUI 6 Vs IOS 

Xiaomi baru saja merilis MIUI 6 yang merupakan OS berbasis Android hasil garapannya sendiri. Bila diperhatikan, komponen dalam MIUI 6 banyak kemiripan dengan iOS 7. Salah satu yang gampang terlihat adalah bentuk ikon yang flat dengan warna-warna cerah, mirip seperti yang ada pada iOS 7.




8. Toko 

Tak hanya produk, kemiripan Xiaomi dan Apple juga sampai ke toko resminya. Bila Apple senang menggunakan meja kayu untuk menempatkan produknya, begitu juga yang Xiaomi lakukan pada toko miliknya. Hanya kebetulan kah?



Itulah beberapa perbandingan XIAOMI dengan APPLE, apakah memang mencontek ? silahkan disimpulkan sendiri.

Sunday, 22 February 2015

Tips dan Trik Pengguna MIUI 6

OS android yang dipaketkan oleh setiap perusahaan smartphone memiliki tampilan yang berbeda-beda serta nama yang berbeda. Hal ini dikarenakan sifat android yang dimiliki oleh raksasa google bersifat open source, sehingga dengan mudah untuk di modifikasi oleh perusahaan yang akan memaketkan dengan smartphone mereka.

Nah bagi anda yang memiliki smartphone keluaran perusahaan china XIAOMI pasti tidak asing dengan MIUI. MIUI adalah android yang sudah di modifikasi sehingga tampilanya hampir mirip seperti IOS. Versi terakhir MIUI pada saat tulisan ini dibuat adalah versi 6 dengan menggunakan android kitkat (4.4).

Bagi anda yang menggunakan MIUI versi 6 berikut tips dan trik yang bisa kita coba :

1. Menyalakan senter di lockscreen

Pada saat di lockscreen kita bisa menyalakan senter (torch) dengan cara menekan lama tombol sensitive home dan melepaskanya. Maka senter akan menyala sekitar 2 detik. Namun jika ingin membiarkan senter tetap menyala, pada saat tombol sensitive ditekan dan menyala selanjutnya tekan tombol power dan lepaskan . Maka senter akan tetap menyela

2. Mengeset home screen
Pada saat anda berada di home screen swipe dengan menggunakan 3 jari untuk mengeset home screen MIUI anda





3. Membuka Menu yang Tersembunyi di MIUI
Untuk memunculkan menu tersembunyi di MIUI 6 kita bisa menggunakan dua cara
- menekan agak lama tombol sensitive menu
- Menswipe dengan menggunakan dua jari di layar




4. Menguninstal aplikasi dengan mudah
Untuk menguninstal aplikasi yang sudah pernah kita instal caranya cukup gampang pilih aplikasi yang akan di uninstal kemudian tari ke icon kotak sampah di atas



5. Membuat folder 

Untuk membuat folder di MIUI 6 caranya cukup gampang tingal menarik icon dan menjadikan satu.


6. Menampilkan pencarian

Untuk menampilkan menu pencarian caranya adalah swipe keatas dari layar tengah



7. Memunculkan camera dari lock screen

Swipe ke kiri dari lockscreen



8. Mengurutkan aplikasi

Jika aplikasi yang anda instal tidak berurutan cara yang paling gampang mengurutkanya adalah swipe menggunakan dua jari. Setelah muncul menu yang tersembunyi goyangkan hpmu. Maka otomatis aplikasi akan diurutkan




9. Whatsapp tidak menampilkan contact dari Handphone kita

- klik aplikasi security dan pilih permisions di security app.